SUGIHAN adalah rangkaian pelaksanaan Hari Raya Galungan, dimana Hari Raya galungan  adalah diawali dengan Suguhan.
Namun ada yang berkembang dimasyarakat Bahwa pelaksanaan SUGIHAN JAWA adalah bagi orang Hindu Bali keturunan Jawa (Majapahit) dan sugihan Bali untuk Bali Age....Jelas ini SALAH KAPRAH .

Sejatinya Sugihan ada Tiga :
 
Sugihan TENTEN : merupakan ngentenin atau memperingatankan ,mengingatkan bahwa Kemenangan DHARMA akan tiba, juga Bhuta Tiga akan hadir untuk menggoda umat manusia. Sugihan tenten jatuh Pd hari Rabu Pon Sungsang atau tujuh hari sebelum GALUNGAN.
 
Sugihan Jawa:  Jawa dalam pengertian ini adalah jaba=luar, diluar..Jadi sugihan Jawa yang jatuh pada kamis wage sungsang adalah pembersihan Buana Agung/makro kosmos , sebagai wujudnya umat Hindu mengadakan pembersihan/ngereresik kahyangan/tempat2 ibadah " sugian jawa kalinggania pamrascitaan Bhatara kabeh......"
 
Sugihan Bali :  Bali dalam pengertian disini adalah dalam, yg jatuh pada sukra kelion sungsang merupakan pembersihan Buana Alit...
Jadi Sugihan disini adalah Nyasa Kerti dalam rangka mempersiapakan diri menghadapi Buta Tiga dan mampu menaklukan musuh dalam dinia dan dalam diri sehingga dapat mencapai KEMENANGAN (GALUNGAN)

Lalu kenapa ada salah kaprah bahwa Sugian Jawa hanya untuk keturunan Wong Majapahit dan Sugihan Bali untuk Bali Age..??
Sebenarnya miskomonikasi berabad-berabad bisa menyebabkan salah persepsi dan pengertian.
Mungkin dikaitkan dengan kebiasaan kerajaan tempo dulu, dimana Pada saat Sugihan Jawa daerah taklukan diluar menyetor Upeti, Pajak dan Pada Saat Sugihan Bali yang menyetor upeti,Pajak adalah daerah Taklukan di Bali...jadi inilah menyebabkan kesalahkaprahan...
Tapi kita yakin dengan pengetahuan Agama yg semakin maju juga dibarengi dengan informasi atau buku-buku Agama yang banyak beredar semua kesalahkaprahan tersebut LEWAT....